Jumat, 13 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 27/42


Terjemah Hadits:

Dari Nawas bin Sam'an radhiallahu'anhu, dari RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda: " Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia".
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma'bad radhiallahu'anhu dia berkata: Saya mendatangi RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?" Saya menjawab: "Ya". Beliau bersabda: "Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.
(Hadits hasan riwayat dua musnad, Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan).


Kandungan Hadits:

  1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
  2. siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya.
  3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.
  4. Hati seorang mu'min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
  5. Melihat terlebi dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan. Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara'an dalam agama.
  6. RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
  7. perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Kebenaran melahirkan ketenangan hati: 8:10, 13:28
  2. Hati-hati dalam memberi fatwa: 17:36
  3. Hati yang sehat sensitif terhadap keburukan: 3:135

الأربعين النووية سعد الغامدي

Kamis, 12 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 26/42


Terjemah Hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dia berkata: RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap anggota tubuh manusia dapat melakukan sedekah. Setiap hari di mana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah; Engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah; Ucapan yang baik adalah sedekah; Setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah; Dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Bersyukur kepada ALlah ta'ala setiap hari atas kesehatan anggota badan.
  2. ALlah telah menjadikan sebagai rasa syukur terhadap nikmat-Nya setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba ALlah ta'ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya.
  3. Termasuk sedekah adalah: Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain. Justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim.
  4. Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak.
  5. Anjuran untuk mendamaikan kedua belah pihak, tolong-menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari jalan.
  6. Anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum.
  7. Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Menolong sesama manusia: 5:2, 107:1-7
  2. Menjaga kepentingan bersama: 7:56, 7:85
  3. Perkataan yang baik: 17:23, 33:32, 4:9

الأربعين النووية سعد الغامدي

Rabu, 11 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 25/42


Terjemah Hadits:

Dari Abu Dzar radhiallahu'anhu, sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam berkata kepada RasuluLlah shalllallahu'alaihi wa salam, "Wahai RasuluLlah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya)." RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Bukankah ALlah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah?
Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma'ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah."
Mereka bertanya: "Ya RasuluLlah masakah dikatakan berpahala seseorang di antara kami yang menyalurkan syahwatnya?"
Beliau bersabda: "Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram? Bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala.
(Riwayat Muslim)


Catatan:

  1. Yang dimaksud dengan mereka adalah para shahabat RasuluLlah yang fakir dari kalangan Muhajirin.
  2. Tashbih adalah ucapan SubhanaLlah(Maha Suci ALlah)
  3. Setiap kemaluan merupakan sedekah maksudnya adalah melakukan jima' dengan istri.

Kandungan Hadits:

  1. Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan.
  2. Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
  3. Luasnya keutamaan ALlah ta'ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka bagi hamba-Nya.
  4. Semua bentuk zikir sesungguhnya merupakan shadaqah yang dikeluarkan seseorang untuk dirinya.
  5. Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat saleh.
  6. Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.
  7. Di dalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang bersabar.
  8. Iri terhadap amal kebaikan orang lain (agar dirinya seperti orang tersebut) adalah hal yang diperbolehkan dalam agama.
  9. Sebagaimana menggunakan sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat akan mendapatkan dosa, maka menggunakannya sesuai dengan petunjuk syariat akan mendatangkan pahala.

Tema-tema hadits ini dalam Al-Qur'an:

  1. Iri terhadap kebaikan orang lain: 2:148, 3:114
  2. Pintu-pintu kebaikan terbuka luas: 2:177, 5:2
  3. Mencari yang halal dan menjauhi yang haram: 7:157
الأربعين النووية سعد الغامدي

Selasa, 10 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 24/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahu'anhu dari RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza wa Jalla bahwa Dia berfirman: Wahai hambaku, sesungguhnya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hamba-Ku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku. Kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku. Sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir dari golongan manusia dan jin diantara kalian semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semuanya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya. Siapa yang banyak mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia bersyukur kepada ALlah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan)itu, janganlah ada yang dicela kecuali dirinya.
(Riwayat Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Menegakkan keadilan di antara manusia serta haramnya kezaliman di antara mereka merupakan tujuan dari ajaran Islam yang paling penting.
  2. Wajib bagi setiap orang untuk memudahkan jalan petunjuk dan memintanya kepada ALlah ta'ala.
  3. Semua makhluk sangat tergantung kepada ALlah dalam mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan terhadap dirinya baik dalam perkara dunia maupun akhirat.
  4. Pentingnya istighfar dari perbuatan dosa dan sesungguhnya ALlah ta'ala akan mengampuninya.
  5. Lemahnya makhluk dan ketidakmampuan mereka dalam mendatangkan kecelakaan dan kemanfaatan.
  6. Wajib bagi setiap mu'min untuk bersyukur kepada ALlah ta'ala atas ni'mat dan taufiq-Nya.
  7. Sesungguhnya ALlah ta'ala menghitung semua perbuatan seorang hamba dan membalasnya.
  8. Dalam hadits terdapat petunjuk untuk mengevaluasi diri (muhasabah) serta penyesalan atas dosa-dosa

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Besarnya bahaya kezaliman: 7:44, 10:13
  2. ALlah sumber hidayah dan rezeki: 18:17
  3. Kemurahan dan ampunan ALlah ta'ala: 39:53, 7:156
  4. Kebaikan dan keburukan akan kembali kepada manusia: 17:7, 47:38, 7:160

الأربعين النووية سعد الغامدي

Senin, 09 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 23/42

 

Terjemah Hadits:

Dari Abu Malik Al Haritsy bin 'Ashim Al 'Asy'ary radhiallahu'anhu dia berkata: RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Bersuci sebagian dari iman. Al HamduliLlah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Al HamduliLlah dapat memenuhi antara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shadaqah adalah bukti, Al Qur'an dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya. Ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya.
(Riwayat Muslim)

Catatan:

  1. Timbangan maksudnya adalah timbangan kebaikan seorang hamba pada hari kiamat.
  2. Dikatakan adalah cahaya karena Shalat dapat menunjukkan seseorang kepada perbuatan yang baik.
  3. Shadaqah adalah bukti akan kebenaran keimanannya.
  4. Menjual dirinya baik kepada ALlah ta'ala dengan menta'ati-Nya atau kepada syetan dengan bermaksiat kepada-Nya.

Kandungan Hadits:

  1. Iman merupakan ucapan dan perbuatan. Bertambah dengan amal saleh dan keta'atan dan berkurang dengan maksiat dan dosa.
  2. Amal perbuatan akan ditimbang pada hari kiamat dan dia memiliki beratnya.
  3. Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah, karena itu harus diperhatikan.
  4. Menjaga shalat akan mendatangkan petunjuk dan memperbaiki kondisi seorang muslim terhadap manusia. Membedakannya dengan akhlaknya dan perilakunya, kewara'annya dan ketakwaannya.
  5. Seruan untuk berinfaq dan jalan-jalan kebaikan dan bersegera melakukannya di mana hal tersebut merupakan pertanda benarnya keimanan.
  6. Anjuran untuk bersabar tatkala mengalami musibah, khususnya apa yang dialami seorang muslim karena perhatian amar ma'ruf nahi munkar.
  7. Semangat membaca Al Qur'an dengan pemahaman dan men-tadabbur-kan(merenungkan) ma'nanya, mengamalkan kandungan-kandungannya karena hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.
  8. Seorang muslim harus menggunakan waktu dan umurnya dalam keta'atan kepada ALlah ta'ala serta tidak mengabaikan karena kesibukan lainnya.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Keutamaan bersuci: 9:108, 2:222
  2. Keutamaan dan kekuatan zikir: 8:45, 13:28
  3. Shadaqah: 2:261, 57:18, 33:35
  4. Interaksi dengan Al Qur'an: 4:82, 7:204, 25:30
  5. Perbuatan manusia kembali kepada dirinya: 17:7

الأربعين النووية سعد الغامدي

Minggu, 08 Oktober 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 22/42

Terjemah Hadits:

Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahu'anhuma: Seseorang bertanya kepada RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam, seraya berkata: Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan sholat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram dan saya tidak tambah sedikitpun. Apakah saya akan masuk surga? Beliau bersabda: Ya. (Riwayat Muslim)

Catatan:

1. Seseorang yang bertanya dalam riwayat tersebut adalah An Nu'man bin Qauqal. 2. Maksud mengharamkan yang haram adalah menghindarinya dan maksud menghalalkan yang halal adalah mengerjakannya dengan keyakinan akan kehalalannya.

Kandungan Hadits:

1. Setiap muslim dituntut untuk bertanya kepada ulama tentang syariat Islam, tentang kewajibannya dan apa yang dihalalkan dan diharamkan baginya jika hal tersebut tidak diketahuinya. 2. Penghalalan dan pengharaman merupakan aturan syariat. Tidak ada yang berhak menentukannya kecuali ALlah ta'ala. 3. Amal saleh merupakan sebab masuknya seseorang ke dalam surga. 4. Keinginan dan perhatian yang besar dari para sahabat RasuluLlah serta kerinduan mereka terhadap surga, serta upaya mereka dalam mencari jalan untuk sampai ke sana. Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an: 1. Evaluasi diri/ muhasabah: 59:18 2. Rindu Surga: 3:133, 66:11 3. Memperhatikan halal haram dalam kehidupan: 9:29, 66:1, 7:157 الأربعين النووية سعد الغامدي

Sabtu, 09 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 21/42


 

Terjemah Hadits:

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan-: Abu 'Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahu'anhu dia berkata, saya berkata: Wahai RasuluLlah, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda, katakanlah: "Saya beriman kepada ALlah, kemudian berpegang teguhlah."
(Riwayat Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Iman kepada ALlah ta'ala harus mendahului ketaatan.
  2. Amal saleh dapat menjaga keimanan.
  3. Iman dan amal saleh keduanya harus dilaksanakan.
  4. Istiqomah merupakan derajat yang tinggi.
  5. Keinginan yang kuat dari para sahabat RasuluLlah dalam menjaga agamanya dan merawat keimanannya.
  6. Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada ALlah semata hingga mati.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Bertanya untuk mendapatkan kebaikan: 2:149, 2:512, 2:217, 2:219-220
  2. Iman dan Istiqomah: 41:30, 46:13, 72:16, 15:99

الأربعين النووية سعد الغامدي