Selasa, 05 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 17/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Ya'la Syaddad bin Aus radhiAllahu'anhu dari RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya ALlah telah menetapkan perbuatan baik(ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih, berlakulah baik dalam hal itu. Hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.
(Riwayat Muslim)



Kandungan Hadits:

  1. Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk di antaranya adalah hewan.
  2. Tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan. Tidak juga boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash.
  3. Termasuk ihsan juga adalah terhadap hewan ternak dan belas kasih terhadapnya. Tidak boleh membebaninya di luar kemampuannya serta tidak menyiksanya saat menyembelihnya.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Profesionalisme: 28:77
  2. Berbuat baik hingga kepada seluruh makhluk(ihsan): 2:195
الأربعين النووية سعد الغامدي

Senin, 04 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 16/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam: (Ya RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam) nasihatilah saya. Beliau bersabda: "Jangan kamu marah." Dia menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda: "Jangan engkau marah."
(Riwayat Bukhari"



Kandungan Hadits:

  1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
  2. Larangan marah.
  3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Meninggalkan sifat pemarah: 3:159, 3:134
الأربعين النووية سعد الغامدي

Minggu, 03 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 15/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, sesungguhnya RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada ALlah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di kalangan individu masyarakat muslim.
  3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya.
  4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
  5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
  6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbutan yang diharamkan atau yang makruh.
  7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangga dan memperhatikan serta tidak menyakitinya.
  8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma'ruf nahi munkar.
  9. Memuliakan tamu termasuk di antara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam.
  10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Iman dan pengaruhnya dalam perilaku keseharian: 16:97
  2. Menjaga perkataan: 50:18
  3. Hubungan baik dengan tetangga: 4:36
  4. Sikap mulia terhadap tamu: 51:24-27

الأربعين النووية سعد الغامدي

Sabtu, 02 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 14/42



Terjemah Hadits:

Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu'anhu dia berkata: RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain ALlah dan bahwa saya(RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam) adalah utusan ALlah kecuali dengan tiga sebab: Duda/janda(orang yang telah pernah menikah)yang berzina, membunuh orang lain(dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga sebab, yaitu: zina muhson(orang yang sudah menikah), membunuh manusia dengan sengaja dan meninggalkan agamanya(murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin.
  2. Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad.
  3. Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya.
  4. Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk mencegah(preventif) dan melindungi.
  5. Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada ALlah ta'ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya dalam keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum dilaksanakannya hukuman.
  6. Hadits di atas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian.
  7. Dalam hadit tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh manusia yang diharamkan oleh ALlah ta'ala.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Nyawa seorang muslim dilindungi: 4:93
  2. Hukuman dalam Islam sebagai bentuk perlindungan: 2:179
الأربعين النووية سعد الغامدي

Jumat, 01 September 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 13/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiallahu'anhu, pembantu RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Kandungan Hadits:

  1. Seorang mu'min dengan mu'min yang lainnya bagaikan satu jiwa. Jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
  2. Menjauhkan perbuatan hasad(dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.
  3. Iman dapat bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketakwaan dan berkurang dengan kemaksiatan.
  4. Anjuran untuk menyatukan hati.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Menyakiti saudara sama dengan menyakiti diri sendiri: 49:12
  2. Ukhuwah Islamiyah: 49:10, 3:103

الأربعين النووية سعد الغامدي

Kamis, 31 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 12/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dia berkata: RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)


Kandungan Hadits:

  1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah.
  2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di dalamnya.
  3. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman.
  4. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat.
  5. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian di antara manusia.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Optimalisasi waktu dan potensi: 103:1-3, 2:148
  2. Meninggalkan hidup terlena: 63:9, 31:6

الأربعين النووية سعد الغامدي

Rabu, 30 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 11/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiallahu'anhuma dia berkata:
Saya menghafal dari RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)


Kandungan Hadits:

  1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara'.
  2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika di antara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan.
  3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan, maka keyakinan yang diambil.
  4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.
  5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid'ah.
  6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Meninggalkan keragu-raguan: 14:10, 49:15, 2:2

الأربعين النووية سعد الغامدي