Minggu, 27 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 8/42



Terjemah Hadits:

Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma sesungguhnya RasuluLlah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain ALlah dan bahwa Muhammad adalah RauluLlah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu, maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada ALlah ta'ala.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Catatan:

* Hadits ini secara praktis dialami pada zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq. Sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka, Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bi Khattab menegurnya seraya berkata: Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan RasuluLlah telah bersabda: Aku diperintahkan... (seperti hadits di atas). Maka, berkatalah Abu bakar: "Sesungguhnya zakat adalah haknya harta", hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.
*Maksudnyua adalah bahwa mereka yang tidak membayar zakat berhak diperangi berdasarkan hak(ajaran) Islam yang disinggung dalam hadits ini.


Kandungan Hadits:

  1. Maklumat peperangan kepada mereka yang berlaku musyrik hingga mereka masuk Islam.
  2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
  3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.
  4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukkuman itu, seperti: Berzina bagi orang yang sudah menikah(muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agama dan jamaahnya.
  5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kelompok murji'ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
  6. Tidak mengkafirkan pelaku bid'ah yang menyatakan keesaan ALlah dan menjalankan syari'at-Nya.
  7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi diserahkan kepada ALlah.


Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Aqidah dan syariat harus ditegakkan: 42:13
  2. Perlingungan nyawa dan harta: 2:188, 4:93
  3. Besarnya kedudukan zakat: 9:34

الأربعين النووية سعد الغامدي

Sabtu, 26 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 7/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahu'anhu, sesungguhnya RasuluLlaah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Agama adalah nasehat", kami berkata: "kepada siapa?" Beliau bersabda: "Kepada ALlah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada Pemimpin kaum Muslimin dan rakyatnya".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Catatan:

1. Nasehat adalah ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakup semua kebaikan. 2. Yang dimaksud adalah bahwa nasehat merupakan penopang agama. 3. Yang dimaksud dengan nasehat kepada ALlah adalah beriman kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya, mensucikannya dari segala kekurangan, taat kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. 4. Nasehat kepada Rasul-Nya adalah membenarkan risalahnya, beriman kepada semua yang dibawanya, menghormatinya, melaksanakan ajarannya, dll.

Kandungan Hadits:

  1. Agama Islam berdiri tegak di atas upaya saling menasehati, maka harus selalu saling menasehati di antara masing-masing individu muslim.
  2. Nasehat wajib dilakukan sesuai kemampuan.

Tema Hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Dakwah dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar: 3:104, 3:110, 41:33
  2. Pentingnya selalu upaya untuk saling mengingatkan: 51:55, 87:9
الأربعين النووية سعد الغامدي

Jumat, 25 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 6/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Abdillah Nu'man bin Basyir radhiallahu'anhu dia berkata, saya mendengar RasuluLlah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat(samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkarayang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bhwa setiap raja memiliki larangan dan larangan ALlah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging. Jika dia baik, maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh ini; ketahuilah bahwa dia adalah hati".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Catatan:

*Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari'at. Abu Daud berkata: Islam itu berkisar pada empat hadits, kemudia dia menyebutkan hadits ini salah satunya.

Kandungan Hadits:

  1. Termasuk sikap wara(sikap yang timbul dari rasa takutnya seseorang terhadap perbuatan haram) adalah meninggalkan syubhat.
  2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.
  3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan dosa besar.
  4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.
  5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.
  6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.
  7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.
  8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan prasangka buruk.

Tema-tema Hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Penetapan halal dan haram: 2:275, 16:115, 5:87
  2. Menghindari syubhat: 49:12
  3. Kedudukan hati: 26:89, 16:106, 22:46
  4. ALlah Maha Berkuasa(Raja): 5:40, 114:2

الأربعين النووية سعد الغامدي

Kamis, 24 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 5/42



Terjemah Hadits:

Dari Ummul Mu'minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahu'anha dia berkata: RasuluLlah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama)kami ini yang bukan (berasal)darinya, maka dia tertolak.
(Riwayat Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan(ibadah) yang bukan urusan(agama) kami, maka dia tertolak.


Kandungan Hadits:

  1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar'i ditolak dari pelakunya.
  2. Larangan dari perbuatan bid'ah yang buruk berdasarkan syari'at.
  3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba'(mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida'(mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan RasuluLlah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah berusaha menjaganya dari sikap berlebih-lebihan dan mengada-ada.
  4. Agama Islam adalah agama yang sempurna, tidak ada kurangnya.


Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

  1. Kesempurnaan Islam: 5:3
  2. Bid'ah dan taklid: 57:27, 17:36
الأربعين النووية سعد الغامدي

Kamis, 17 Agustus 2023

Hadits Arba'in An Nawawi 4/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud radhiallahu'anhu beliau berkata:RasuluLllah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari.
Kemudian diutus kepadanya seorang malaikaat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya.
Demi ALlah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara darinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kandungan Hadits:

  1. ALlah ta'ala mengetahui tentang keadaan makhluk-Nya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah bahagia dan celaka.
  2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
  3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaknya manusia tidak terperdaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada ALlah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah)
  4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
  5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah(menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hati karenanya.
  6. Kehidupan ada di Tangan ALlah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
  7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya ALlah mampu menciptakannya sekaligus.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

1. Pengorbanan seorang ibu yang mengandung: 31:14 2. Teori reproduksi manusia: 22:5, 23:14 3. Takdir: 57:22, 64:11 4. Husnul Khotimah: 2:132, 4:18 الأربعين النووية سعد الغامدي

Sabtu, 03 Juli 2021

Hadits Arba'in An Nawawi 3/42



Terjemah Hadits:

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al Khattab radhiallahu'anhuma dia berkata, "Saya mendengar RasuluLlah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada ilah selain ALlah dan bahwa nabi Muhammad utusan ALlah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)


Kandungan Hadits:

1. RasuluLlah Shallallahu'alaihi wa sallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak di atas tiang-tiang yang kuat. 2. Pernyataan tentang keesaan ALlah dan keberadaan-Nya, membenarkan kenabian Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, merupakan yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya. 3. Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar. 4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang sudah terpenuhi syarat-syarat zakat lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan. 5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim. 6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang menhingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan Ijma'. 7. Nash di atas menunjukkan bahwa rukun Islamada lima dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits ini. RasuluLlah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Iman itu memiliki tujuh puluh lebih cabang". 8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman. Demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal.

Tema-tema Hadits ini dalam Al Qur'an:

1. Wala' dan Bara' dalam syahadatain: 2:256, 16:36 2. Shalat: 2:3, 19:31, 20:132 3. Zakat: 9:71, 19:55, 73:20 4. Haji: 3:97, 2:196, 22:27 5. Puasa: 2:183, 2:185 الأربعين النووية سعد الغامدي

Jumat, 02 Juli 2021

Hadits Arba'in An Nawawi 2/42

Terjemah Hadits:

Dari Umar radhiyaLlahu 'anhu juga dia berkata: Ketika kami duduk-duduk di sisi RasuluLlah ShallaLlaahu 'alaihi wa sallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada lututnya(RasuluLlah ShallaLlahu 'alaihi wa sallam) seraya berkata, "Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam!", Maka bersabdalah RasuluLlah ShallaLlahu 'alaihi wa sallam: "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah(tuhan yang disembah) selain ALlah, dan bahwa Nabi Mugammad adalah utusan ALlah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu". Kemudian dia berkata, "Anda benar". Kami semua heran, dia yang bertanya, dia pula yang membenarkan.
Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahukan aku tentang Iman!". Lalu beliau bersabda, "Engkau beriman kepada ALlah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk". Kemudia dia berkata, "Anda benar".
Kemudian dia berkata lagi, "Beritahukan aku tentang ihsan!", Lalu beliau bersabda, "Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALlah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau". Kemudian dia berkata, "Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya?)". Beliau bersabda, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya".
Dia berkata, "Beritahukan aku tanda-tandanya!", beliau bersabda, "jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya".
Kemudian beliau (RasuluLlah ShallaLlahu 'alaihi wa sallam) bertanya, "Tahukah engkau siapa yang bertanya?". Aku berkata, "ALlah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Beliau bersabda, "Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian". (Riwayat Muslim)

Catatan:

1. Hadits ini merupakan dadits yang sangat dalam maknanya, karena di dalamnya terdapat pokik-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. 2. Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk ALlah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa' (Kepercayaan makhluk di langit/ Jibril) dan Amiinul Ardh(Kepercayaan makhluk di bumi/ RasuluLlah ShallaLlahu 'alaihi wa sallam)

Kandungan Hadits:

1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa. 2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang-orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorang pun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya. 3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata, "Saya tidak tahu", dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya. 4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia. 5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tua memperlakukan hamba sahayanya. 6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya selama tidak dibutuhkan. 7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain ALlah ta'ala. 8. Di dalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majelis ilmu.

Tema-tema hadits ini dalam Al Qur'an:

1. Iman: 2:285, 5;5, 6;82, dll. 2. Islam: 2:112, 4:125, 72:14, 40:66, 3:19, 5:3 3. Ihsan: 18:30, 28:77, 17:7, 5:93 4. Hari Akhir: 7:187, 22:7, 31:34 5. Ilmu ghaib hanya ALlah yang mengetahui: 2:3, 27:65, 6:50, 7:188 6. Belajar dan mengajarkan Islam: 16:43, 21:7, 3:79, 9:122 الأربعين النووية سعد الغامدي